Wednesday , 13 December 2017
Mesin Pemotong : Salah satu contoh mesin pemotong besi dengan laser yang didatangkan dari luar negeri.
Mesin Pemotong : Salah satu contoh mesin pemotong besi dengan laser yang didatangkan dari luar negeri.

PENGGUNA MESIN IMPOR DIDOMINASI IKM LOGAM

Slawi – Pengguna mesin produksi yang berasal dari luar negeri untuk membuat produk di Kabupaten Tegal masih didominasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) logam dan konfeksi. Mereka rata-rata mendatangkan peralatan produksi dari Cina, sebab harganya lebih murah dibandingkan alat dari Eropa dan Amerika.
Kepala seksi Logam, Mesin, dan Aneka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tegal, Edy Suharno, beberapa hari lalu, mengatakan perusahaan yang melakukan impor mesin produksi yang tercatat bergerak di bidang logam, konfeksi, pembuatan teh, dan mebel.
Namun dari beberapa barang itu, jenis mesin yang banyak masuk ke Tegal yaitu mesin untuk logam, antara lain mesin computer numerically controlled (CNC), mesin pemotong logam dengan laser, dan mesin bubut. Adapun untuk bidang konfeksi antara lain mesin jahit high speed, mesin bordir ukuran besar, dan mesin obras. “Alat-alat yang dibeli dari luar negeri tersebut sudah menggunakan teknologi tinggi dengan sistem komputerisasi semua. Namun begitu, ada juga beberapa peralatan untuk logam pengoperasiannya dengan cara manual,” tuturnya.
Dia mengatakan, pembelian mesin impor rata-rata sifatnya insidental atau menyesuaikan dengan kebutuhan produksi tiap-tiap perusahaan. Menurut data, pembelian alat dari luar negeri dalam satu bulan belum tentu ada. Tetapi bila ada kebutuhan mendesak, pembelian alat dalam satu bulan bisa terjadi dua hingga empat kali di tiap perusahaan.
Khusus peralatan untuk industri logam, sambung dia, sebagian besar dipesan dari dua hingga lima bulan sebelumnya. Pasalnya, mendatangkan peralatan membutuhkan waktu lama, mengingat ukuran alat yang mayoritas besar.
“Harga satu unit mesin produksi untuk logam dan konfeksi bervariasi yaitu antara Rp 50 juta per unit hingga Rp 1,2 milyar. Khusus peralatan untuk bidang logam harga bisa mencapai Rp 8 milyar, tergantung tingkat teknologi yang digunakan,” katanya. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Spanduk potensi : Salah seorang perangkat Desa Dukuh Tengah menunjukkan spanduk potensi Margasari sebagai penghasil batu alam

MARGASARI HASILKAN BATU ALAM BERKUALITAS

Slawi – Kerajinan batu akik sempat menjadi primadona usaha beberapa waktu lalu. Hampir semua kalangan ...

Leave a Reply