Wednesday , 13 December 2017
Contoh handel : Beberapa contoh produk handel pintu buatan perajin logam Kabupaten Tegal dipajang di showroom.
Contoh handel : Beberapa contoh produk handel pintu buatan perajin logam Kabupaten Tegal dipajang di showroom.

HANDEL PINTU GUNAKAN STANDAR PRODUK ITALIA

Slawi – Salah satu produsen pegangan pintu dari Kabupaten Tegal berani bersaing dengan produk impor buatan Cina. Para perajin masih menggunakan standar produk dari Italia sehingga masih diminati masyarakat, walaupun harganya terbilang lebih mahal dari produk Cina.
Sebagaimana dituturkan oleh salah satu perajin handle pintu, Mahmudin, saat ini produk handle pintu buatan IKM logam Kabupaten Tegal sudah banyak yang tersingkir oleh barang impor dari Cina. Barang dari negeri tirai bambu itu harganya lebih murah dibandingkan dengan produk lokal. Mereka yang kalah bersaing rata-rata produksinya dengan pasar menengah ke bawah, sedangkan untuk pasar menengah ke atas cenderung lebih aman.
“Adanya pasar global seperti saat ini, sangat mengancam keberlangsungan pelaku usaha kecil. Berbagai macam produk lokal banyak yang telah tergeser oleh produk Cina, sehingga industri kecil banyak yang terancam gulung tikar,” ungkapnya.
Dia mengatakan, selain terus meningkatkan kualitas barang produksinya, yang sesuai dengan standar Italia, menjaga hubungan baik dengan para pedagang grosir juga harus tetap dijaga. Mereka adalah salah satu ujung tombak pemasaran. Apabila mereka tidak menerima produk dari perajin, otomatis pelaku usaha akan mengalami kesulitan dalam pemasaran barang.
“Namun yang terpenting adalah meningkatkan kualitas produk, sehingga tidak kalah bersaing di pasaran. Saat ini masyarakat sudah pandai memilih barang-barang yang berkualitas tinggi, sehingga kalau produk kami jelek, otomatis ditinggalkan,” katanya.
Ia mengatakan, pegangan pintu buatannya dijual dengan harga antara Rp 25 ribu per pasang sampai dengan Rp 800 ribu per pasang. Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh ukuran, model, dan jenis bahan baku yang digunakan. Namun untuk produk IKM Kabupaten Tegal rata-rata menggunakan stainless steel unggulan yang kuat dan tidak mudah rusak, sehingga konsumen akan puas apabila membelinya.
“Produk yang kami kirim ke grosir semuanya belum dikemas dalam kardus, merekalah yang akan mengemas dan memberi merek. Selisih harga barang bisa mencapai 40 persen antara produk lokal dengan produk Cina, lebih murah barang impor.” tuturnya. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Produksi Konfeksi : Pekerja Konfeksi Sarsah jaya mengerjakan baju anak pesanan pelanggan

PRODUK KONFEKSI TEGAL MASUK BANDUNG

Slawi – Sekitar 40 persen produk konfeksi pengusaha Kabupaten Tegal masuk ke pasar Bandung sejak ...

Leave a Reply