Wednesday , 13 December 2017
PERAJIN BATU BATA TETAP BERPRODUKSI

PERAJIN BATU BATA TETAP BERPRODUKSI

Slawi – Perajin batu bata di Desa Kademangaran, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal tetap berproduksi walaupun sedang memasuki musim penghujan. Mereka tetap membuat batu bata meskipun hasilnya tidak sebanyak pada musim kemarau. Pada musim penghujan seperti saat ini, untuk mengeringkan batu bata dibutuhkan waktu tiga hari, sedangkan pada musim kemarau cukup memerlukan waktu satu hari.
Tarisno (42), salah seorang pembuat batu bata di Kademangaran, beberapa hari lalu, mengatakan bahwa di Kademangaran terdapat sekitar 40 perajin batu bata. Adapun bahan baku batu bata didatangkan dari desa sekitar. “Untuk bahan baku tanah, didatangkan dari Gembong Wetan. Untuk satu colt tanah dihargai Rp. 90 ribu. Dari tanah satu colt tersebut dapat dibuat sekitar 800 bata,” ungkapnya.
Dijelaskan lebih lanjut, harga batu bata yang dijual hitungannya tiap seribu bata. Untuk seribu bata yang belum dibakar harganya Rp. 150 ribu, dan untuk bata yang sudah dibakar harganya Rp 700 ribu. “Memang ada perbedaan harga batu bata pada musim kemarau dan musim penghujan. Pada Musim penghujan ada kenaikan harga sekitar Rp 75 ribu tiap seribu batu bata,” ungkapnya lebih lanjut.
Dia juga menjelaskan, pemasaran batu bata lebih banyak untuk pembangunan perumahan di daerah Tegal dan sekitarnya. Untuk saat ini pasaran tidak mengalami kendala yang berarti karena banyaknya perumahan yang sedang dibangun. “Biasanya para pemborong perumahan datang ke sini untuk memesan batu bata yang sudah dibakar. Kami tinggal membongkar batu bata yang sudah dibakar sesuai dengan pesanan. Jadi kami tidak memasarkannya ke tempat lain, “ Jelasnya lebih lanjut.
Pembuat batu bata yang lain, Amri (20), menjelaskan batu bata yang dihasilkan selama satu hari kerja adalah 1.200 buah. Dengan jumlah batu bata sebanyak itu dia mendapatkan upah sebanyak Rp. 60 ribu dan mendapatkan sarapan dan jajan. “Pada saat musim penghujan seperti ini, pengeringan batu bata bisa tiga hari, sedangkan pada musim kemarau hanya butuh satu hari. Untuk pembakaran batu bata, biasanya dilakukan dua bulan sekali. Dan sekali pembakaran membutuhkan sekitar 70 ribu bata mentah,” tuturnya. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Produksi Konfeksi : Pekerja Konfeksi Sarsah jaya mengerjakan baju anak pesanan pelanggan

PRODUK KONFEKSI TEGAL MASUK BANDUNG

Slawi – Sekitar 40 persen produk konfeksi pengusaha Kabupaten Tegal masuk ke pasar Bandung sejak ...

Leave a Reply