Wednesday , 13 December 2017
Produksi Konfeksi : Pekerja Konfeksi Sarsah jaya mengerjakan baju anak pesanan pelanggan
Produksi Konfeksi : Pekerja Konfeksi Sarsah jaya mengerjakan baju anak pesanan pelanggan

PRODUK KONFEKSI TEGAL MASUK BANDUNG

Slawi – Sekitar 40 persen produk konfeksi pengusaha Kabupaten Tegal masuk ke pasar Bandung sejak beberapa tahun lalu. Produk konfeksi masyarakat Kabupaten Tegal dinilai memiliki kualitas standar yang diterapkan pasar daerah itu.
Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Perdana, Abdul Latif, beberapa waktu lalu, mengatakan jenis produk masyarakat Kabupaten Tegal yang masuk ke Bandung antara lain, pakaian muslim, atasan dengan model waka-waka, dan gamis korea. Bahan yang digunakan untuk membuat pakaian tersebut jenis kain rayon yang nyaman apabila dikenakan kaum wanita.
Pakaian dengan model tersebut saat ini sedang banyak pesanan dari daerah itu, sehingga para pengusaha terus memproduksinya. Model pakaian gamis terus dikreasikan dengan berbagai macam desain, sehingga masyarakat tidak mudah bosan, sebab terdapat banyak pilihan.
“Jenis pakaian untuk wanita yang selalu diminta oleh pangsa pasar di Bandung. Kualitas dan desain baju wanita dari pengusaha Tegal tidak kalah dengan daerah lain. Untuk harga, produk dari kami masih sangat terjangkau untuk berbagai kalangan,” katanya.Utamakan Kualitas
Dijelaskan, di Kabupaten Tegal ada banyak daerah sentra penghasil pakaian jadi baik untuk wanita, pria, anak-anak, maupun remaja. Namun dari beberapa daerah, Produksi asal Desa Tembok Banjaran, Kecamatan adiwerna yang cukup menonjol. Di Desa tersebut sekitar 90 persen masyarakatnya bekerja sebagai pengusaha konfeksi dengan berbagai macam produk dan kualitas.
“Selain produk pakaian wanita, masyarakat Desa Tembok Banjaran juga mempoduksi berbagai macam pakaian pria, antara lain celana panjang, celana pendek, dan kaos. Tetapi untuk celana pendek sebagian besar produk berkualitas menengah ke bawah, tetapi ada juga kualitas baik. Produk-produk celana kolor tersebut sebagian besar dijual ke Jakarta, Bandung, dan bahkan hingga ke luar pulau Jawa,” tuturnya.
Pengusaha konfeksi lainnya yang memproduksi pakaian gamis, Agus Suryani mengatakan, produk pakaian gamis hasil produksinya rata-rata dijual ke Jakarta, Cirebon, dan Semarang. Gamis hasil kreasinya tersebut sebagian besar dikenakan masyarakat kalangan atas.
“Hasil produksi saya tidak terlalu banyak, sebab saya mengutamakan kualitas dan model yang unik, sehingga jarang dijual di pasar-pasar. Produk saya biasa dipesan oleh kalangan tertentu, itu saja saya kewalahan mencukupi permintaan pelanggan,” katanya.
(Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Menuang Logam Cair: Perajin logam di Kabupaten Tegal menuang logam cair untuk dibentuk.

PERAJIN LOGAM MASIH ANDALKAN SCRAP

Slawi – Pengecoran logam yang dilakukan oleh para perajin di Kabupaten Tegal sebagian besar masih ...

Leave a Reply