Wednesday , 13 December 2017
Foto Bersama : Peserta seminar Diseminasi Pengembangan Industri Komponen Perkapalan berfoto bersama setelah kegiatan seminar selesai.
Foto Bersama : Peserta seminar Diseminasi Pengembangan Industri Komponen Perkapalan berfoto bersama setelah kegiatan seminar selesai.

SEMINAR DISEMINASI PROGRAM SMIDeP

SLAWI – Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKM) Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) mengadakan seminar diseminasi pengembangan industri komponen perkapalan Kabupaten Tegal. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan metode pengembangan IKM yang berfokus pada penyediaan dukungan layanan untuk IKM. Seminar diseminasi pengembangan industri komponen perkapalan diselenggarakan tanggal 30 November yang lalu. Hadir dalam seminar tersebut antara lain Direktur IKM Wilayah II, Direktur IMKAP, SMIDeP Project team, SKPD terkait di wilayah II (Jawa – Bali), perwakilan BKI, dan pengurus Asosiasi Industri Komponen Kapal Indonesia (AIKKI).

Direktur IKM wilayah II, Roy Sianipar, dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan program SMIDeP (Small and Medium Industry Delivery Platform) tentang pengembangan industri komponen perkapalan yang diadakan di Kabupaten Tegal akan dijadikan role model bagi pengembangan IKM di daerah-daerah lain. Selain itu Direktur IKM wilayah II juga mengapresiasi terbitnya sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang diterima oleh pengrajin Kabupaten Tegal yang notabene merupakan pelaku industri kecil. Dan juga, program ini merupaka keberhasilan bersama dari semua pihak yang terlibat.
Salah satu pembicara dalam seminar diseminasi tersebut, Amin Thoyib Musthofa, dalam paparannya menjelaskan, tahapan kegiatan yang dilakukan dalam mendukung program SMIDeP di Kabupaten Tegal antara lain penguatan kelembagaan usaha IKM, Penguatan UPTD Laboratorium Industri, peningkatan kualitas produk menuju sertifikasi BKI, serta pengembangan akses pasar. Dijelaskan juga, dalam pelaksanaan program SMIDeP Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tegal melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya antara lain Ditjen IKM. Ditjen IUBTT, JICA, Dinperindag Provinsi Jawa Tengah, BKI, PUPUK, Undip dan Unnes. Jadi program SMIDeP yang dilaksanakan merupakan kerjasama semua penyedia layanan yang mungkin untuk terlibat secara langsung.
Chief Advisor SMIDeP Project, Mr. Taro Tsubogo, dalam seminar ini menjelaskan beberapa aspek dalam pelaksanaan program pengembangan komponen perkapalan antara lain pendekatan SMIDeP, struktur pelaksanaan, rencana aksi, fasilitasi pelaksanaan dan monitoring, hasil pencapaian dan pembelajaran yang baik. Dijelaskan juga oleh Mr. Taro, pembelajaran yang dapat diperoleh dari program pengembangan industri komponen perkapalan di Kabupaten Tegal antara lain pengembangan industri lokal haruslah berfokus pada suatu rencana aksi dengan mendengarkan aspirasi IKM, keterlibatan semua pihak yang terkait, ketersediaan tenaga ahli teknis lokal, kontribusi dari IKM, dan penyediaan dana yang fleksibel bagi pengembangan IKM.
Dari kegiatan program SMIDeP yang diadakan di Kabupaten Tegal kedepannya diharapkan adanya perluasan model paket dukungan melalui pendekatan SMIDeP ke daerah industri komponen lain, perlunya fasilitasi pendirian unit bisnis bahan baku di industri komponen logam, serta peningkatan fasilitasi bantuan bisnis-matching dengan industri besar. Dengan demikian permasalahan umum yang dihadapi oleh IKM perlahan dapat teratasi sehingga IKM dapat menjadi penopang perekonomian nasional serta memiliki kemampuan daya saing untuk menghadapi persaingan global. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

kemasan 2

Pelatihan Kemasan

Pelatihan Kemasan Tahun 2016

Leave a Reply