Wednesday , 13 December 2017
Kunjungan Monitoring : Dua orang staf Setditjen KPAII melakukan kunjungan monitoring ke UD. Logam Jaya salah satu perusahaan yang mengikuti program SMIDeP.
Kunjungan Monitoring : Dua orang staf Setditjen KPAII melakukan kunjungan monitoring ke UD. Logam Jaya salah satu perusahaan yang mengikuti program SMIDeP.

TENAGA AHLI ASING DIEVALUASI

Slawi – Dalam rangka mengevaluasi kegiatan Project on Small and Medium Industry Development Based on Improved Service Delivery (SMIDeP), kerjasama Kementerian Perindustrian dan JICA Jepang, Setditjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) melakukan kunjungan ke Dinas Perindag Kabupaten Tegal. Kunjungan yang dilakukan oleh Setditjen KPAII bertujuan untuk mengevaluasi dan memonitoring pemanfaatan tenaga ahli asing pada program SMIDeP tersebut.
Salah satu staf Setditjen KPAII, Hari Jon Effendi, Kamis (12/11) mengatakan bahwa kegiatan kunjungan yang dilakukan menitikberatkan pada monitoring dan evaluasi pemanfaatan tenaga asing program SMIDeP di Kabupaten Tegal khususnya pada industri kecil komponen perkapalan. “Ada beberapa hal yang kami monitoring terkait pemanfaatan tenaga ahli asing, apakah mereka benar-benar dibutuhkan atau malah tidak bermanfaat. Sebab ada kasus di daerah lain, tenaga asing yang didatangkan ternyata tidak sesuai dengan kondisi industri yang ada,” ungkapnya.
Fasilitator program SMIDeP di Kabupaten Tegal, Amin Thoyib Musthofa, menjelaskan bahwa program SMIDeP yang dilakukan di industri kecil komponen perkapalan berjalan baik dengan berbagai macam kegiatan. Kegiatan pendukung program SMIDeP antara lain penataan layout workshop, penerapan prinsip 3S (seiri, seiton, seisou) untuk peningkatan produktifitas kerja, studi banding ke galangan dan perluasan akses pasar, pembinaan akses keuangan, pelatihan manajemen sistem mutu, pelatihan membaca gambar teknik, pameran produk, dan sertifikasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk komponen perkapalan.
Lebih lanjut dijelaskan oleh fasilitator Program SMIDeP, tenaga ahli asing pada program tersebut dirasakan sangat bermanfaat terutama bagi pelaku industri kecil di Kabupaten Tegal yang ingin mengubah layout workshop dan menerapkan prinsip 3S. Hasil nyata dari program SMIDeP di Kabupaten Tegal adalah telah diserahkannya sertifikat BKI untuk tiga komponen perkapalan yaitu jendela kapal (Side scuttle, aluminium cast 333) untuk UD. Artha Mandiri, pintu kapal (Weathertight Single Leaf Steel Doors) untuk UD. Setia Kawan, dan hose connection and fitting (JIS Marine Hose Connection, Bronze cast) untuk UD. Logam Jaya. Ini merupakan sebuah sejarah baru industri kecil dapat memperoleh sertifikat BKI karena selama ini yang memperoleh sertifikat BKI hanyalah perusahaan-perusahaan besar.
Direktur UD. Logam Jaya, Ardi Fardian, saat dikunjungi mengatakan, bahwa program SMIDeP yang dilaksanakan di Kabupaten Tegal dirasakan manfaatnya, terutama pada penataan layout dan penerapan prinsip 3S. “Sejak layout workshop ditata kemudian kami menerapkan prinsip 3S, produktifitas kerja terus meningkat dan hal ini benar-benar kami rasakan,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan direktur UD. Logam Jaya bahwa secara umum dengan adanya saran dan masukan dari tenaga ahli asing, karyawan di perusahaannya semakin termotivasi untuk meningkatkan produktifitas kerjanya.
Direktur UD. Karya Manunggal, Komaruzaman atau akrab disapa Omeng, juga mengungkapkan hal senada. Kehadiran tenaga asing sangat membantu dalam penataan worshop perusahaannya yang pada awalnya tidak seusai dengan aliran proses produksi. “Pada awalnya kami mengajukan proposal penataan layout pada salah satu perguruan tinggi terkenal, tetapi sayang biaya yang harus dikeluarkan sangat mahal. Kemudian ada pembinaan Dari Disperindag dengan tenaga ahli dari Jepang Mr. Yamazaki untuk menata layout dan ternyata gratis. Saya bersyukur sekali mendapat pembinaan dari Disperindag sehingga layout workshop kami tertata baik, dan sebenarnya kami masih memerlukan Mr. Yamazaki untuk konsultasi beberapa kendala yang kami hadapi,” ungkapnya panjang lebar.
Lebih lanjut Omeng mengatakan, bahwa bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku industri kecil lebih baik berupa bantuan teknis seperti mendatangkan tenaga ahli maupun bantuan regulasi agar setiap galangan memanfaatkan produk dari IKM. “Daripada bantuan alat maupun keuangan yang hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu saja, lebih baik pemerintah menerbitkan aturan agar setiap galangan memakai produk IKM, sehingga IKM akan lebih maju,” ungkapnya. Tidak lupa juga Omeng mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan Dinas Perindag yang telah melakukan pembinaan secara sungguh-sungguh sehingga dia benar-benar merasakan manfaat yang besar bagi perkembangan perusahaan yang dimilikinya. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Spanduk potensi : Salah seorang perangkat Desa Dukuh Tengah menunjukkan spanduk potensi Margasari sebagai penghasil batu alam

MARGASARI HASILKAN BATU ALAM BERKUALITAS

Slawi – Kerajinan batu akik sempat menjadi primadona usaha beberapa waktu lalu. Hampir semua kalangan ...

Leave a Reply