Monday , 19 November 2018
Mengambil sampel : Salah seorang pegawai Dinas Perindag sedang mengambil sampel krupuk mie untuk diuji.
Mengambil sampel : Salah seorang pegawai Dinas Perindag sedang mengambil sampel krupuk mie untuk diuji.

BAHAN AMAN UNTUK PRODUK MAKANAN

Slawi – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan berupaya untuk terus mensosialisasikan penggunaan bahan yang aman untuk produk-produk makanan. Hal ini disebabkan masih ada beberapa pelaku industri makanan yang masih menggunakan bahan kimia berbahaya seperti penggunaan pewarna tekstil dan pengawet formalin. Padahal, produk-produk makanan hasil industri kecil Kabupaten Tegal telah dikenal dan dipasarkan di daerah lain. Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan langkah-langkah inisiasi pengujian produk-produk makanan yang dihasilkan oleh industri kecil khususnya krupuk mie ke BPPOM.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bambang Susanto, menjelaskan, saat ini, masih ada pelaku industri makanan yang menggunakan bahan pewarna tekstil dan pengawet makanan yang dilarang (formalin). Padahal bahan-bahan kimia tersebut sangat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi. Oleh karena itu disamping melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada para pelaku industri makanan, Dinas Perindag juga mengadakan program fasilitasi sertifikat halal, pembuatan merk, dan pengujian produk-produk makanan ke BPPOM.
Ratono, salah satu produsen Krupuk Mie di Harjosari Lor Kecamatan Adiwerna, Senin (9/11) mengatakan, produk krupuk mie yang dihasilkannya telah menggunakan bahan pewarna yang sesuai untuk makanan sehingga aman dikonsumsi. “Kami berusaha untuk mengikuti peraturan yang ada, kami juga sudah mendapat pembinaan dan sosialisasi dari Dinas Perindag dan Dinas Kesehatan mengenai bahaya bahan pewarna tekstil, sehingga kami sekarang menggunakan bahan pewarna yang aman untuk makanan,” ujarnya.
Dia mengatakan, masyarakat di Harjosari Lor saat ini sebagian besar menggeluti industri makanan berupa krupuk mie, dan hal tersebut sudah berlangsung lama. Dan sebelum ada pembinaan dan sosialisasi dari Dinas Perindag dan Dinas Kesehatan, hampir semua pelaku insutri makanan menggunakan bahan pewarna tekstil (puyer). Namun saat ini, kondisi mulai berubah seiring dengan kesadaran dari para produsen kerupuk mie tentang masalah kesehatan.
Banyak kendala yang dihadapi oleh pelaku industri krupuk mie dengan menggunakan bahan pewarna manakan, salah satunya adalah pudarnya warna krupuk mie jika dijemur langsung dibawah sinar matahari. Dan untuk menghindari pudarnya warna krupuk mie tersebut, dia mengatakan bahwa pada saat proses penjemuran dibawah sinar matahari, maka diatas krupuk mie perlu diberi fiber sehingga krupuk mie tidak terkena sinar matahari secara langsung.
H. Khariri, produsen krupuk mie yang lain, mengatakan, bahwa banyak kendala jika menggunakan bahan pewarna makanan yang aman. “Kami mencoba membuat kerupuk mie dengan pewarna yang aman, akan tetapi hasilnya kurang memuaskan karena warnanya pudar sehingga kami dikomplain oleh distributor karena dikira krupuk mie buatan kami sudah lama dan jamuran, padahal itu kerupuk yang masih baru,” ungkapnya. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Menuang Logam Cair: Perajin logam di Kabupaten Tegal menuang logam cair untuk dibentuk.

PERAJIN LOGAM MASIH ANDALKAN SCRAP

Slawi – Pengecoran logam yang dilakukan oleh para perajin di Kabupaten Tegal sebagian besar masih ...

Leave a Reply