Wednesday , 13 December 2017
Jati diri : Sebuah ungkapan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal tentang kemampuan industri logamnya.
Jati diri : Sebuah ungkapan kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal tentang kemampuan industri logamnya.

TEGAL, JEPANGNYA INDONESIA

Slawi – Industri logam di Kabupaten Tegal dapat digolongkan kedalam industri logam fero dan non fero. Produk yang telah dikenal oleh masyarakat umum adalah alat-alat pertanian (mulai dari cangkul sampai dengan traktor tangan), pompa air, kerajinan logam, alat-alat rumah tangga, komponen kapal, komponen industri otomotif, komponen alat-alat berat dan lain-lain. Kegiatan pengusahaan logam di Kabupaten Tegal biasanya dilakukan oleh industri kecil dan menengah. Kabupaten Tegal bahkan dikenal sebagai miniaturnya Jepang.
Dari kunjungan studi banding yang dilakukan oleh Disperindag Kabupaten Tegal bekerja sama dengan JICA dalam program pengembangan industri kecil komponen perkapalan ke Jakarta pertengahan September yang lalu, ada beberapa catatan menarik dan peluang besar untuk ditangkap. Dalam kunjungannya ke PT. Daya Radar Utama misalnya, beberapa komponen-komponen kapal yang masih mengandalkan produk impor ternyata sudah banyak yang dibuat di Kabupaten Tegal.
Salah satu produsen komponen perkapalan, Imron Rosyadi, beberapa waktu lalu, mengatakan pihaknya sangat mampu untuk membuat beberapa komponen yang dibutuhkan oleh PT. Daya Radar Utama. “Untuk pintu dan jendela kedap air, saya kira produk kami mampu bersaing dengan produk impor, dan kualitasnya juga tidak jauh berbeda. Bahkan setelah dicek digalangan, kami tambah yakin kalau produk kami tidak kalah bersaing terutama kepresisian produk” jelasnya. Bahkan beberapa produk yang dihasilkannya telah lama masuk ke galangan PT. Daya Radar Utama.
Dan yang lebih membanggakan, tiga produk komponen perkapalan produk industri kecil Kabupaten Tegal telah mendapat sertifikat dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) lewat Program Pengembangan IKM melalui Service Delivery Platform (SMIDeP) kerjasama Kementerian Perindustrian dan JICA Jepang. Adapun tiga produk tersebut adalah jendela kapal (Side scuttle, aluminium cast 333) untuk UD. Artha Mandiri, pintu kapal (Weathertight Single Leaf Steel Doors) untuk UD. Setia Kawan, dan hose connection and fitting (JIS Marine Hose Connection, Bronze cast) untuk UD. Logam Jaya. Selama ini yang mendapatkan sertifikat BKI hanyalah perusahaan-perusahaan besar.
Ada harapan besar dari kunjungan studi banding ke Jakarta kali ini. Sebuah awal dari bentuk kerjasama yang baik antara pihak perusahaan galangan kapal dengan IKM logam Kabupaten Tegal, dan itu memerlukan komunikasi dan kerjasama lebih lanjut. Karena ternyata produk-produk impor sudah mampu dibuat oleh IKM logam Kabupaten Tegal. Pantaslah bila Tegal dijuluki “Jepangnya Indonesia”. Semoga ungkapan “Tegal – Indonesio no Nihon” bukan sekedar pameo belaka, tetapi memberi makna yang dalam tentang industri logam di Kabupaten Tegal. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

kemasan 2

Pelatihan Kemasan

Pelatihan Kemasan Tahun 2016

Leave a Reply