Wednesday , 13 December 2017
Contoh Produk : Contoh produk kacamata kayu dari limbah kayu jati buatan perajin kayu Kabupaten Tegal.
Contoh Produk : Contoh produk kacamata kayu dari limbah kayu jati buatan perajin kayu Kabupaten Tegal.

LIMBAH KAYU JATI JADI KACAMATA

Slawi – Dulu, tunggak dan limbah kayu jati hasil penebangan Perhutani oleh masyarakat hanya dijadikan kayu bakar atau arang. Namun sekarang, seiring dengan berkembangnya zaman dan kreativitas masyarakat, akar kayu yang usianya sudah ratusan tahun itu, justru menjadi bahan kerajinan yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Memang untuk mengubah tunggak dan limbah kayu jati menjadi bahan berharga, tidak semua orang mampu, sebab diperlukan daya imajinasi dan kreativitas yang tinggi. Salah satu perajin tunggak kayu jati asal Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Fatkhuri, mampu membentuk tunggak dan limbah kayu jati menjadi kacamata yang unik. Untuk membuat kacamata kayu diperlukan waktu beberapa jam saja, sebab peralatan untuk mengukir sudah tersedia berupa mesin egregsaw multi fungsi.
iklankacamatakayuDia mengatakan, dalam satu hari mampu memproduksi dua pasang kacamata ukir. Dengan menggunakan alat hasil rekayasa sendiri, egregsaw multi fungsi, pekerjaan membuat frame kacamata menjadi lebih mudah dan efisien. Bahkan semua komponen kacamata terbuat dari kayu tanpa logam. Usaha pembuatan kacamata kayu tersebut baru dirintis beberapa waktu lalu. Walaupun masih baru, dengan perkembangan mode saat ini, diharapkan pemasaran untuk kacamata kayu akan menjangkau semua kalangan.
Dikatakan, kacamata kayu hasil produksinya tersebut dijual dengan harga antara Rp.400 ribu hingga Rp.750 ribu per pasang termasuk boks yang juga terbuat dari kayu. Selain membuat kacamata kayu, Fatkhuri juga masih menekuni pembuatan kerajinan lain berupa sandal kayu berhak tinggi (hills), boks alquran, boks tissue, dan boks perhiasan.
“Selain kacamata kayu, sandal ukir buatan saya rata-rata haknya tinggi yaitu antara delapan sentimeter hingga 15 sentimeter. Kualitas barang produksi saya bisa dijamin awet, sebab menggunakan bahan pilihan, baik jenis kayu maupun kulit untuk sandalnya,” tuturnya.
Ditambahkan, kendala pengembangan kerajinan tunggak dan limbah kayu adalah sulitnya mencari tenaga kerja yang memiliki skill khusus untuk membuat craft, serta keterbatasan modal untuk pengembangan produk. Dia berharap agar ada perhatian pemerintah dalam pengembangan usaha kerajinan ini. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

PERAJIN BATU BATA TETAP BERPRODUKSI

PERAJIN BATU BATA TETAP BERPRODUKSI

Slawi – Perajin batu bata di Desa Kademangaran, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal tetap berproduksi walaupun ...

Leave a Reply