Monday , 19 November 2018
Suasana Diskusi : Tim SMIDeP melakukan diskusi dengan kepala dinas Perindag, perwakilan Kemenperin, perwakilan JICA, dan perwakilan IKM.
Suasana Diskusi : Tim SMIDeP melakukan diskusi dengan kepala dinas Perindag, perwakilan Kemenperin, perwakilan JICA, dan perwakilan IKM.

EVALUASI PROGRAM SMIDeP DI KABUPATEN TEGAL

SLAWI – Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKM) Kementerian Perindustrian sebagai leading sector pengembangan IKM bekerjasama dengan JICA (Japan International Cooperation Agency) menggalang program Service Delivery Platform. Sebuah program yang bermuara pada fasilitasi dukungan layanan untuk peningkatan kemampuan IKM di seluruh Indonesia.
Service Delivery Platfom adalah sebuah model atau sistem yang berfungsi menyediakan kegiatan atau layanan pendukung yang efisien untuk pengembangan IKM di suatu daerah tertentu dengan tugas pokok membahas, menyiapkan, sekaligus melaksanakan kegiatan atau layanan pendukung sesuai kebutuhan IKM binaan atau sasaran.
Peningkatan dukungan layanan ini mengarah pada terciptanya suatu sistem dan mekanisme penyediaan layanan dukungan yang prima dan tepat sasaran atas kebutuhan peningkatan kinerja pembinaan dan pengembangan IKM di suatu lokasi tertentu. Pelaksanaan kegiatannya melalui sebuah pilot project yang diawali dari hasil kajian yang feasible.

Dalam rangka mengevaluasi program pengembangan IKM Komponen Perkapalan melalui service delivery platform (SMIDeP) yang akan segera berakhir, Dinas Perindag Kabupaten Tegal mengadakan pertemuan dengan stakeholders program tersebut seperti Japan International Cooperation agency (JICA), Kementerian Perindustrian, tim ahli lokal dan fasilitator program. Kegiatan tersebut dilaksanakan di LIK Takaru pada tanggal 30 September 2015.
Kepala Dinas Perindag, Bambang Susanto, Rabu (30/9) mengatakan bahwa program SMIDeP yang akan berakhir akan tetap dilanjutkan esensinya terutama penetrasi pasar ke galangan. Kepala Dinas berharap, dengan telah diterimanya tiga buah sertifikat Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) untuk pintu kapal, jendela kapal, dan hose connection and nozzle merupakan momentum bagi IKM Kabupaten Tegal untuk bisa menembus pasar galangan kapal.
Kepala dinas juga berharap agar dilakukan pengumpulan list produk-produk khususnya komponen kapal baik yang berstandar BKI maupun tidak. Hal ini bertujuan agar setiap IKM tetap memelihara pasar yang selama ini ada khususnya after market disamping melakukan diversifikasi pasar ke galangan.
Kepala Dinas Perindag yang memiliki komitmen kuat untuk pengembangan IKM di Kabupaten Tegal khususnya IKM komponen perkapalan, sangat berharap campur tangan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perindustrian untuk memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh IKM dan laboratorium industri seperti bantuan peralatan mekanis dan membantu proses sertifikasi bagi IKM komponen kapal. “Pokoknya kita berusaha all out membantu teman-teman IKM agar produknya dapat diterima oleh galangan di seluruh Indonesia, sehingga tidak ada IKM logam Kabupaten Tegal yang menganggur,” ujarnya berapi-api.
Ditambahkan, selama ini IKM Kabupaten Tegal telah mampu memproduksi komponen kapal yang banyak dibutuhkan oleh galangan di Indonesia. Walaupun kualitas produk yang dihasilkan cukup baik, agar dapat masuk ke galangan harus memiliki sertifikat BKI. Oleh karena itu, beliau berharap kerja keras semua pihak agar peluang yang sangat besar pada industri komponen kapal dapat dimanfaatkan dan dinikmati IKM Kabupaten Tegal. (Amin Thoyib M/UPL)

About admin

Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan selalu menjadi mitra usaha rakyat kecil dan membangun bersama meningkatkan kualitas dan sumberdaya alam dan manusia.

BACA JUGA

Training Management 5R dan LK3 di Kabupaten Tegal

    Slawi,30 Oktober 2018 Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Yayasan Dharma Bina Astra (YDBA) bersama Disperinnaker ...

Leave a Reply